kriminal cyber crime di indonesia


11 WNA Pelaku Cyber Crime Ditangkap di Medan
Khairul Ikhwan - detikNews
Description: http://newopenx.detik.com/delivery/lg.php?bannerid=1052&campaignid=500&zoneid=427&loc=http%3A%2F%2Fnews.detik.com%2Fread%2F2012%2F12%2F20%2F135900%2F2123474%2F10%2F11-wna-pelaku-cyber-crime-ditangkap-di-medan&cb=1455ca76dd

Medan - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Utara (Sumut) kembali menangkap 11 Warga Negara Asing (WNA) yang terlibat kasus cyber crime, Kamis (20/12/2012). Dengan demikian total ada 47 orang yang sudah ditangkap.

Para tersangka yang berasal dari Cina, Taiwan dan Korea ini diamankan di kawasan Komplek Malibu Indah, Medan. Mereka sebelumnya berhasil kabur saat polisi menggerebek lokasi itu pada Rabu (19/12/2012). Diduga karena tidak tahu mau kemana, mereka kembali lagi ke lokasi dan ditangkap.

"Nantinya seluruh tersangka akan dikirim ke Bareskrim Polri," kata Direktur Reserse Kriminal Khusus (Reskrimsus) Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho kepada wartawan di Mapolda Sumut, Jl. Medan-Tanjung Morawa, Medan.

Penangkapan ini, kata Sadono, merupakan operasi Bareskrim yang juga dilakukan di beberapa kota lain seperti Jakarta dan Surabaya. Kasus ini bermula dari laporan para korban penipuan transaksi online di internet yang kebanyakan dari Cina. Polisi Cina kemudian bekerjasama dengan Polri dalam upaya menangkap para pelaku, hingga dideteksi keberadaan pelaku di Medan.

Saat penangkapan, kata Sadono, ada sejumlah barang bukti yang diamankan seperti komputer dan berkas-berkas. Sejumlah tersangka sempat mencoba memusnahkan sejumlah dokumen, namun hanya sebagian saja yang sempat dimusnahkan.

"Ada yang mencoba membakarnya, dan ada juga yang coba direndam dibak. Mereka ingin memusnahkan dokumen-dokumen itu," kata Sadono.

Pada Rabu (19/12/2012) kemarin, Polda Sumut berhasil membekuk 36 Warga Negara Asing (WNA) yang diduga menjadi anggota jaringan internasional penipuan lewat internet (online). Mereka berasal dari Cina, Korea dan Thailand, dan terdiri dari 20 pria dan 16 wanita. Modus yang mereka gunakan adalah menjual produk melalui internet. Setelah konsumen mentransfer, barang tidak dikirim ke konsumen




Tergiur Harga Kucing Persia Murah, Dokter Gigi Tertipu Rp 3 Juta
Pandu Triyuda - detikNews

Description: http://newopenx.detik.com/delivery/lg.php?bannerid=1052&campaignid=500&zoneid=427&loc=http%3A%2F%2Fnews.detik.com%2Fread%2F2013%2F02%2F15%2F021913%2F2170651%2F10%2Ftergiur-harga-kucing-persia-murah-dokter-gigi-tertipu-rp-3-juta&cb=bbd09d3f2b
aJakarta - Seorang kolektor kucing hias yang juga berprofesi sebagai dokter gigi tertipu saat membeli seekor kucing persia di situs jual beli online. Akibatnya korban menderita kerugian hingga Rp 3 juta rupiah.

"Korban mau menambah koleksi kucing saat melihat di media online ada penawaran kucing murah seharga Rp 3.000.000," ujar Kasubag Humas Polres Jaksel Kompol Aswin saat dikonfirmasi detikcom, Kamis (14/2/2013).

Aswin menuturkan, peristiwa bermula pada hari Minggu (10/2), saat itu korban NP warga Cilandak Barat ingin menambah koleksi kucingnya. selanjutnya korban browsing dan melihat ada penawaran kucing dengan harga cocok di situs tersebut.

"Korban lalu menghubungi nomor 085696xxxxx dari kesepakatan pembayaran dilakukan ke rek BRI no 03280100xxxx atas nama Reski dengan jaminan 12 jam kucing akan diantar sesuai alamat," ungkap Aswin.

Namun ketika ditunggu-tunggu oleh korban, kucing yang diharapkan dapat memenuhi koleksinya tidak kunjung datang. Akhirnya karena merasa tertipu korban langsung melapor ke Mapolres Jakarta Selatan pukul 13.55 WIB, Rabu (13/2).

Akibat masih maraknya penipuan lewat internet, Aswin mengimbau kepada warga masyarakat untuk tidak mudah percaya terhadap penawaran online.

"Jangan mudah terperdaya penawaran yang mengiurkan, lebih baik datang langsung," pungkasny

Janda Kaya Ditipu Rp 5 M oleh WN Liberia Lewat Facebook
E Mei Amelia R - detikNews

Jakarta - Situs jejaring sosial Facebook masih banyak dimanfaatkan pengguna internet untuk mencari jodoh. Tapi harus hati-hati, karena bisa jadi, pemilik akun facebook yang Anda kenal, bukan orang yang sebenarnya.

Seperti yang terjadi pada RN, wanita pengusaha kaya yang tertipu mentah-mentah oleh lelaki berkewarganegaraan Liberia berinisial MRGG (45). Akibatnya, RN tertipu hingga Rp 5 miliar.

Kepala Satuaan Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya AKBP Hermawan mengatakan, dalam aksinya, MRGG menjerat janda-janda melalui situs jejaring sosial lain. "Dalam perkenalan itu, tersangka mengaku tengah mencari calon isteri," kata Hermawan kepada wartawan di kantornya, Jakarta, Rabu (2/2/2011).

Untuk lebih meyakinkan korban, tersangka kemudian membuat akun di facebook dengan nama Josh. Di facebook itu, tersangka memasang foto-foto lelaki berkulit putih yang bertampang keren dan gagah.

"Dia juga memasang foto lelaki kulit putih itu bersama anaknya. Sehingga memperlihatkan seolah-olah pria yang penyayang anak, sehingga korban tertarik," terangnya.

Setelah itu, korban dan tersangka menjalin komunikasi yang intens melalui chatting. Selama chatting itu, tersangka kerap mengeluarkan rayuan gombalnya. Tersangka juga menjanjikan aakan menikahi korban jika telah sembuh.

"Tapi korban dan tersangka tidak pernah bertemu sekali pun," katanya

Jakarta - Singkat cerita, perkenalan keduanya makin akrab. Seiring dengan itu, tersangka pun semakin berani untuk meminta 'ini-itu' terhadap korban.

"Tersangka mengaku butuh uang banyak karena harus masuk ke rumah sakit. Lain waktu, dia nyuruh anak kecil untuk berteriak meminta tolong kepada korban, melalau handphone," jelasnya.

Korban pun kemudian mempercayai omongan tersangka itu. Hingga akhirnya, korban mengeluarkan uang senilai total Rp 5 miliar.

"Uang itu ada yang sebagian ditransfer ke bank di Thailand dan ada yang diambil langsung oleh tersangka dengan berpura-pura menjadi kurir 'Josh'," jelasnya.

Hermawan mengungkapkan, korban telah tertipu sejak akhir 2010 lalu. Karena merasa telah tertipu, korban kemudian melaporkan perbuatan tersangka ke Polda Metro Jaya pada Januari 2011 lalu.

Polisi akhirnya berhasil mengamankaan tersangka di rumahnya di Centex, Ciracas, Jakarta Timur pada Rabu (2/2/2011) siang. Dari tersangka, polisi menyita uang tunai senilai total Rp 260 juta terdiri dari mata uang Euro, Bath, US Dollar dan Rupiah.

Selain itu, polisi juga menyita sebuah laptop, IPad dan sejumlah handphone. "Semua uang hasil kejahatannya dibelikan barang-barang elektronik," terangnya

Jakarta - Polisi menduga, tersangka telah melakukan aksinya sejak tahun 2006 lalu. "Karena ada beberapa bukti transferan uang ke rekeningnya sejak tahun 2006," jelas Hermawan.

Polisi menduga, kegiatan penipuan tersangka merupakan sindikat. Hingga kini, polisi masih mengejar satu teman tersangka berinisial Br yang pernah melakukan penipuan modus sama senilai Rp 8 juta terhadap wanita janda asal Indonesia.

"Teman-temannya ada di Indonesia, Bangkok dan Malaysia," sebutnya. 

Sementara itu, polisi jugaa akan mengeluarkaan red notice bagi DPO tersebut yang berkewarganegaraan Liberia. Tersangka yang kini ditahan juga akan dicekal.




Akun Email, YM dan Facebook Wartawati Poskota Dibajak
E Mei Amelia R - detikNews

Description: http://newopenx.detik.com/delivery/lg.php?bannerid=1052&campaignid=500&zoneid=427&loc=http%3A%2F%2Fnews.detik.com%2Fread%2F2010%2F05%2F31%2F185128%2F1367015%2F10%2Fakun-email-ym-dan-facebook-wartawati-poskota-dibajak&cb=1933b1c7fb
Jakarta - Hati-hati bagi pengguna internet. Pembajakan akun Yahoo Messenger dan Facebook semakin marak. Kali ini, wartawati harian Poskota, Dieni Fazahiyah, melaporkan tindakan pembajakan akun Yahoo Messenger, Yahoomail dan Facebook miliknya ke Polda Metro Jaya.

"Akun YM dan Facebook saya ada yang nge-hack," kata Dieni pada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Senin (31/5/2010).

Dieni menjelaskan, peristiwa pembajakan akun YM dengan identitas (ID) Dieni_pamadi itu terjadi pada Senin (31/5/2010) siang. Saat itu, Dieni sedang berada di rumahnya di kawasan Bekasi, Jawa Barat.

Namun, tiba-tiba seorang temannya bernama Jen Nugraha meneleponnya. "Dia bilang, Din gue lagi ngobrol sama lo nih di YM," kata Dieni menirukan Jen.

Dieni pun terkejut dengan pernyataan Jen. Karena Deini yang masih off setelah dirawat di rumah sakit ini merasa tidak sedang melakukan perbincangan lewat YM.

Menurut keterangan temannya kepada Dieni, Dieni palsu meminta agar Jen meminjaminya uang sebesar Rp 2 juta. Dieni palsu beralasan, dirinya tengah mengurus proses perceraian dengan suaminya, Rudi Pamadi.

"Padahal rumah tangga saya baik-baik saja," katanya
Jen yang sudah mencurigai Dieni palsu itu terus memancingnya. Dieni palsu kemudian meminta uang tersebut ditransfer ke rekening Bank Mandiri di nomor 1250007718943 atas Nama Esther Yulie Rumambi atau rekening BCA 5770487279 atas nama Tugiman bin Marno.

"(Esther) Itu istrinya yang ngurusin proses perceraian," kata Dieni palsu. 

Jen yang semakin mencurigai hal itu kemudian menelpon Dieni. "Karena teman saya tahu, saya habis keluar rumah sakit. Dia tahu banget saya kayak gimana. Kita nggak pernah ngobrolin masalah uang," jelasnya.

Selain akun YM, akun Facebook dan akun surat elektroniknya juga di-hack oleh orang tidak dikenal. "Akun saya ada dua. Ada yang akun email pribadi, ada juga yang akun email kantor. Dua-duanya di Yahoo. Dan dua-duanya di hack," paparnya.

Dieni mengatakan, peristiwa 'pembajakan' akunnya itu sendiri pernah terjadi pada Sabtu (29/5). "Setelah itu, bisa lagi dibuka. Saya juga sempat update status di FB yang menerangkan bahwa FB saya sudah kebuka lagi," katanya.

Namun hari ini, Dieni bahkan tidak bisa mengakses keempat akunnya yang berada di Yahoomail, Facebook dan Yahoo Messenger. Dini juga heran mengapa akunnya bisa dijebol.

"Padahal saya akses Facebook lewat Blackberry. Email kantor buka di kantor. Kalau di rumah, saya buka lewat laptop. Saya nggak pernah ke warnet," ungkapnya

Atas peristiwa tersebut, Dieni merasa namanya telah dicemarkan. Dalam laporan resmi bernomor LP/1837/V/2010/PMJ/Ditreskrimsus Dini melaporkan dugaan tindak pidana Pasal 30 UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi Transaksi Elektronik (ITE).


Tidak ada komentar:

Posting Komentar